Allah menciptakan
langit, bumi dan semua makhluk hidup maupun benda mati yang ada di
dalamnya, dengan sebuah maksud yang jelas. Penciptaan makhluk sama
sekali bukanlah sebuah permainan, kesia-siaan dan kebetulan belaka.
Semua makhluk diciptakan oleh Allah SWT untuk sebuah tujuan yang benar
dan hikmah yang agung.
Firman Allah SWT :
"Maka apakah kalian mengira bahwa Kami menciptakan kalian main-main belaka (tanpa ada maksud) dan bahwa kalian tidak akan dikembalikan kepada Kami ?" (QS. Al Mukminun : 115)
"Dan mengapa mereka tidak memikirkan kejadian diri mereka sendiri ? Allah tidak menciptakan langit, bumi dan segala yang ada di antara keduanya kecuali dengan (tujuan) yang benar dan dalam batas waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya banyak di antara manusia yang mengingkari perjumpaan dengan Rabbnya." (QS. Ar Rum : 8)
Ayat-ayat Al qur'an menjelaskan bahwa penciptaan langit, bumi, manusia, jin dan seluruh makhluk lainnya mengandung sebuah tujuan yang telah ditetapkan oleh Allah. Kehidupan di dunia ini hanyalah sebuah terminal sementara. Setelah kehidupan dunia ini masih ada lagi kehidupan yang lain. Itulah kehidupan Akhirat, tempat di mana setiap jiwa akan kembali kepada Allah SWT untuk menerima balasan abadi atas seluruh amal perbuatannya semasa masih hidup di dunia.
Tujuan dari penciptaan langit, bumi, manusia, jin dan seluruh makhluk lainnya adalah untuk menguji ketaatan manusia dan jin kepada Allah SWT. Barangsiapa mentaati Allah, niscaya akan mendapatkan balasan kenikmatan di Akhirat dan barangsiapa yang mendurhakai Allah, niscaya akan mendapatkan balasan siksa di Akhirat. Allah SWT menciptakan jin dan manusia, semata-mata agar mereka menegakkan tauhid, beribadah kepada-Nya semata dan meninggalkan segala bentuk ibadah selain-Nya.
Kehidupan di dunia hanyalah ladang untuk beramal dan beribadah kepada Allah SWT, demi meraih panen yang baik di Akhirat kelak. Dunia adalah tempat berkarya sedangkan akhirat adalah tempat hidup yang sebenarnya, karena di sanalah semua usaha manusia dan jin akan mendapatkan balasan yang setimpal.
Dengan demikian, kehidupan dunia sejatinya adalah medan ujian. Ujian untuk menentukan siapa yang taat kepada Allah SWT dan siapa yang durhaka kepada-Nya. Ujian untuk menentukan siapa yang bersyukur kepada Allah SWT dan siapa yang kufur kepda nikmat-Nya. Ujian untuk mengukur siapa yang lebih baik amal dan taqwanya.
Firman Allah SWT :
"Dan Kami menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai fitnah (cobaan yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kalian akan dikembalikan." (QS. Al Anbiya' : 35)
Imam Ibnu Katsir berkata, Maksudnya dari ayat "Kami menguji kalian" adalah terkadang dengan berbagai musibah dan terkadang dengan berbagai kenikmatan dan melihat siapa yang bersabar dan siapa yang putus asa dalam ujian tersebut.
Tatkala Nabi Sulaiman melihat singgasana Ratu Saba' dibawa ke hadapannya dalam waktu yang sangat singkat, tak melebihi waktu yang dibutuhkan untuk mengedipkan mata, beliau mengatakan :
"Ini adalah karunia dari Allah untuk mengujiku apakah aku akan bersyukur atau mengkufuri nikmat-Nya. Barangsiapa yang bersyukur, maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri. Dan barangsiapa yang kufur, maka sesungguhnya Rabbku Maha kaya lagi Maha Mulia." (QS. An Naml : 40)
Firman Allah SWT :
"Maka apakah kalian mengira bahwa Kami menciptakan kalian main-main belaka (tanpa ada maksud) dan bahwa kalian tidak akan dikembalikan kepada Kami ?" (QS. Al Mukminun : 115)
"Dan mengapa mereka tidak memikirkan kejadian diri mereka sendiri ? Allah tidak menciptakan langit, bumi dan segala yang ada di antara keduanya kecuali dengan (tujuan) yang benar dan dalam batas waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya banyak di antara manusia yang mengingkari perjumpaan dengan Rabbnya." (QS. Ar Rum : 8)
Ayat-ayat Al qur'an menjelaskan bahwa penciptaan langit, bumi, manusia, jin dan seluruh makhluk lainnya mengandung sebuah tujuan yang telah ditetapkan oleh Allah. Kehidupan di dunia ini hanyalah sebuah terminal sementara. Setelah kehidupan dunia ini masih ada lagi kehidupan yang lain. Itulah kehidupan Akhirat, tempat di mana setiap jiwa akan kembali kepada Allah SWT untuk menerima balasan abadi atas seluruh amal perbuatannya semasa masih hidup di dunia.
Tujuan dari penciptaan langit, bumi, manusia, jin dan seluruh makhluk lainnya adalah untuk menguji ketaatan manusia dan jin kepada Allah SWT. Barangsiapa mentaati Allah, niscaya akan mendapatkan balasan kenikmatan di Akhirat dan barangsiapa yang mendurhakai Allah, niscaya akan mendapatkan balasan siksa di Akhirat. Allah SWT menciptakan jin dan manusia, semata-mata agar mereka menegakkan tauhid, beribadah kepada-Nya semata dan meninggalkan segala bentuk ibadah selain-Nya.
Kehidupan di dunia hanyalah ladang untuk beramal dan beribadah kepada Allah SWT, demi meraih panen yang baik di Akhirat kelak. Dunia adalah tempat berkarya sedangkan akhirat adalah tempat hidup yang sebenarnya, karena di sanalah semua usaha manusia dan jin akan mendapatkan balasan yang setimpal.
Dengan demikian, kehidupan dunia sejatinya adalah medan ujian. Ujian untuk menentukan siapa yang taat kepada Allah SWT dan siapa yang durhaka kepada-Nya. Ujian untuk menentukan siapa yang bersyukur kepada Allah SWT dan siapa yang kufur kepda nikmat-Nya. Ujian untuk mengukur siapa yang lebih baik amal dan taqwanya.
Firman Allah SWT :
"Dan Kami menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai fitnah (cobaan yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kalian akan dikembalikan." (QS. Al Anbiya' : 35)
Imam Ibnu Katsir berkata, Maksudnya dari ayat "Kami menguji kalian" adalah terkadang dengan berbagai musibah dan terkadang dengan berbagai kenikmatan dan melihat siapa yang bersabar dan siapa yang putus asa dalam ujian tersebut.
Tatkala Nabi Sulaiman melihat singgasana Ratu Saba' dibawa ke hadapannya dalam waktu yang sangat singkat, tak melebihi waktu yang dibutuhkan untuk mengedipkan mata, beliau mengatakan :
"Ini adalah karunia dari Allah untuk mengujiku apakah aku akan bersyukur atau mengkufuri nikmat-Nya. Barangsiapa yang bersyukur, maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri. Dan barangsiapa yang kufur, maka sesungguhnya Rabbku Maha kaya lagi Maha Mulia." (QS. An Naml : 40)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar